"CATATANKU DI HARI IBU"

Joshua Phasa



Hari ini adalah Hari Ibu, sekali pun ini hanya seperti sebuah tradisi klasik, tetapi bukan sebuah kesalahan jika tanggal 22 Desember dijadikan sebagai Hari untuk memperingati akan Peran dan Kipra para Ibu. Mengingat bahwa ini bukan sekedar perayaan secara formalitas, maka sejak semalam saya sudah memikirkan apa yang saya harus katakan esok (hari ini) kepada ibu saya. Sebelum pertanyaan ini terjawab, pertanyaan lain sudah menunggu. Apakah yang sudah saya perbuat selama ini untuk ibu saya? Adakah yang cukup berarti buatnya? Adakah yang membuatnya bangga karenaku? Oh..please daftar pertanyaan ini semakin panjang, dan saya menyerah karena saya tak bisa menjawabnya. Jasa ibu terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung, bahkan tak ada pengorbanan atau nominal yang dapat menggantikannya.

Ingin rasanya terseduh menangis, menatap langit kosong sebagai penyesalan diri atas perbuatanku selama ini. Rasanya tak layak menjadi anaknya ketika membandingkan kebaikannya yang tiada taranya. Bagaiamana tidak, sembilan bulan ia harus berjuang sekalipun ia belum melihat wajahku, setelah aku lahir perjuangannya pun masih panjang untuk membenahi sikapku sehingga menjadi anak yang baik dan berbakti. Lalu apakah balasku untuk Kebaikannya? Cukupkah dengan sebongkah emas dan milliaran rupiah? Oh tiiiidaaak.....! Tak ada jumlah yang cukup untuk membalas Kebaikannya. Berbakti kepadanya pun itu tak cukup. Lalu apa yang layak untuk membalas kebaikannya? Tak ada yang layak dan seimbang untuk membalas kebaikannya.

Namun jelas dalam Firman Tuhan mengajarkan demikian, Hormatilah ayahmu dan ibumu,  supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. (Ulangan 20:12); Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Efesus 6:2-3); Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. (Kolose 3:20). Jadi, apa yang harus saya perbuat, "Saya akan berusaha untuk tetap menghormati mereka sampai kapan pun, saya juga harus menaati mereka dalam "segala hal". Saya tahu bahwa tak ada kesempurnaan untuk setiap bentuk penghormatan dan ketaatanku, namun Allah tidak menuntut kesempurnaan dari bentuk penghormatan dan ketaatanku. Satu hal yang kutahu bahwa Allah berjanji bagi setiap anak yang menghormati orangtuanya dan menaati mereka akan berbahagia dan panjang umur di bumi, inilah yang dikenan Allah.

 Oh sungguh indahnya jika aku lulus melakukan hal ini. Ampunilah hamba ya Allahku jika selama ini banyak kegagalan yang aku perbuat terhadap orangtuaku terutama kepada ibu yang engkau berikan. Saya mohon dalam doaku, biarlah rahmatmu menyertainya, sehingga setiap perbuatan kecilku dapat berarti buatnya. Engkaulah yang Maha Sempurna yang menyempurnakan kasihku yang banyak cacat ini. Terima kasih untuk FirmanMu dan janjiMu. Amin

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu N1, N2, N3, PM1?

Kumpulan Renungan Pribadi dlm Kitab Mazmur

WASPADAH TERHADAP SIKAP HIDUP AHLI TAURAT